4 Penyebab Utama Sakit Perut yang Perlu Diwaspadai

Sakit Perut. Istilah ini sudah sangat biasa kita dengar sehari-hari. Sakit Perut bisa dialami semua orang tanpa memandang usia baik anak-anak maupun orang dewasa. Biasanya ditandai dengan adanya keluhan pada bagian perut (mules, atau perut seperti dililit/diperas). Pada anak-anak biasanya mereka mengeluhkan rasa sakit yang sangat pada perut, sehingga orang tua menjadi kebingungan bahkan terkadang menimbulkan kepanikan karena tidak semua orangtua paham dan bisa mengetahui dengan jelas sumber atau penyebab utama gangguan pada pencernaan tersebut.

Berikut adalah 4 penyebab utama sakit perut :
  1. Pada bayi dan anak-anak biasanya karena kelaparan, mengkonsumsi makanan berlemak, makan tinggi gula, makanan mengandung gas, makanan pedas, makanan terlalu asam, mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan kurang higienis, sembelit (konstipasi), diare, dsb
  2. Pada orang dewasa lebih disebabkan pola makan yang tidak teratur misal lupa makan karena menyelesaikan pekerjaan, dan tingkat stress yang dialami
  3. Kemungkinan terjadi masalah dalam organ, seperti usus buntu (Apendisitis), kandung empedu, lambung, infeksi organ dalam seperti infeksi usus, lambung, infeksi saluran kemih, kanker usus, dsb.
  4. Keracunan makanan atau minuman akibat terkontaminasi bakteri Staphylococcus seperti salmonella, shigella, Campylobacter, Bacillus, E. coli, dll yang biasa terdapat pada susu, mentega, keju, mayones, daging sapi, daging unggas, kecambah, nasi goreng, dll  
Khusus sakit perut pada anak, anda selaku orangtua sudah seharusnya mengetahui beberapa hal  yang menjadi perhatian saat anak mengeluhkan rasa sakit pada perutnya, seperti :
  1. Apakah anak anda mengalami sakit perut ketika belajar di sekolah ? Jika ya, kemungkinan hanya disebabkan stress saat belajar di sekolah.
  2. Apakah anak anda mengeluh sakit perut setelah makan berlebihan ? Jika ya, kemungkinan hal ini akibat ia terlalu banyak makan.
  3. Apakah aktivitas anak seperti belajar, bermain, tidur, dsb menjadi terganggu ?
  4. Khusus pada bayi karena belum bisa bicara, apakah ia menangis terus menerus atau ia menjadi sangat rewel, sulit makan, dan kadang menarik kakinya ke arah perut ?
  5. Apakah sakit perut diikuti gejala lain seperti : rasa mual, muntah yang disertai dengan buang air (diare), terdapat lendir darah pada tinja (feses), berat badan menurun, nafsu maka berkurang, dll.
  6. Jika point No. 3 sampai 5, ini terjadi, berarti menjadi tanda sesuatu serius yang dialami oleh anak anda, dan diperlukan segera tindakan untuk penanganan sakit perut. 
Untuk menangani sakit perut secara tepat dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi penyebab utama dari sakit perut itu sendiri. Karena beda penyebab, maka beda pula cara mengatasinya. Untuk penanganan sakit perut secara lengkap berdasarkan penyebabnya, akan saya bahas pada artikel selanjutnya atau bisa anda baca pada artikel disini

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Dear mas Sudarman Sudar,
      Terima kasih kembali, mas...Btw, apakah isterinya sudah sembuh dari sakit perut yang tempo hari ? Kalo masih ada informasi yang mas perlukan, boleh tulis komentar lagi disini yah... Insya Allah saya bantu infokan sepanjang yang saya ketahui. Salam : Bambang Warsita

      Hapus
    2. Klo gk bisa buang air besar gimana kak? Tolong segera dijawab

      Hapus
    3. Dear mas Yusuf Afandi,
      Coba tips berikut :
      1. Larutkan 3 - 5 sendok makan tepung sagu dalam segelas air hangat, campurkan gula jawa dan garam sebagai penyedap alami, frekuensi 3 x sehari. Penyajian ½ jam sebelum waktu makan.
      2.Banyak minum air putih setiap hari : minimal 2 liter atau 8 gelas/hari
      3. Mandi atau berendam dengan air hangat agar tubuh menjadi rileks sehingga bisa melancarkan buang air besar.
      4. Konsumsi makanan yang mengandung serat berupa sayuran dan buah-buahan (seperti pepaya, atau jus buah alami)
      Silahkan dicoba mas...
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  2. Mohon saran nya pak, setiap saya mengkonsumsi olahn daging sapi perut saya terus mengalami begah dan nyeri seperti maag pak,Mohon bantuan nya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Aji,
      Makanan olahan seperti sosis, kornet, hotdog, dsb mengandung sodium tinggi termasuk makanan berlemak dan berminyak, junk food seperti gorengan, keripik, kentang goreng, dsb yang bisa memperlambat pengosongan pada lambung serta usus sehingga menimbulkan nyeri pada lambung akibat meningkatnya kandungan gas pada saluran pencernaan dimana udara akan berkumpul pada saluran pencernaan (usus), menyebabkan gangguan peristaltik atau iritasi pada usus sehingga perjalanan udara ke saluran pembuangan akhir pun berjalan lambat.
      Gejala lain akibat makanan bersodium adalah merasakan mual, muntah, perut kembung.
      Untuk mengobatinya :
      1. Minum segelas air putih hangat untuk menyeimbangkan kandungan natrium
      2. Mengkonsumsi minuman yang mengandung jahe (teh jahe atau chamomile), untuk menetralisir gas pada saluran pencernaan
      3. Mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung probiotik seperti yoghurt terutama yogurt tawar organik yang memiliki bakteri aktif (misal : Loctobacillus), yang akan menyehatkan organ pencernaan.
      4. dsb
      Selengkapnya bisa mas baca pada artikel saya dengan judul : 21 Cara Cepat dan Paling Mujarab Mengobati serta Mencegah Perut Kembung atau URL : http://bambang-warsita.blogspot.com/2014/01/21-cara-cepat-dan-paling-mujarab.html
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  3. Ass...mas mau nanya....
    Perutku sakit,nyeri,perih..sblh kiri sampai punggung trus kdg sakit dibagian bawah trus bagian pusar kalau di tekan sakit..
    Saya org nya susah tidur,gak suka makan nasi suka makan sayur dan minum air putih...apakah sekedar kecapaian dan bnyk pikiran...
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Dhewie Phitazani,
      Sebelumnya mohon maaf telat membalas komentarnya dikarenakan saya ada kesibukan...
      Mbak, karena penyebab sakit perut bermacam-macam, sebelum saya memberikan saran dan untuk lebih memastikannya, mohon diinfokan kembali ke saya apakah ada gejala seperti ini :
      1. Sakit perut sekitar pusar sampai bagian bawah, disertai demam, mual dan muntah, perut membengkak, tidak nafsu makan, terkadang menyebabkan kaku otot perut ketika berjalan,
      Jika ada, coba letakan 3 jari di sebelah kanan dari pangkal pinggang, coba angkat kaki kanan, bila terasa sakit dan perih, maka dicurigai sebagai gejala radang usus buntu. atau
      2. Nyeri yang hilang-timbul di antara tulang rusuk dan tulang pinggang, menjalar ke perut bagian bawah, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Kadang diikuti mual, muntah, perut kembung, demam, menggigil, terdapat darah pada air seni.
      Jika ada, kemungkinan ada batu ginjal, atau
      3. rasa nyeri bagian atas perut tengah bahkan sampai sisi sebelah kanan hingga bawah tulang rusuk. Terkadang diikuti demam, mual, muntah, dan semakin terasa sakit sehabis makan.
      Jika ada, kemungkinan ada batu empedu, atau
      4. Pembengkakan pada daerah perut sehingga perut terasa seperti penuh dan bila ditepuk lembut dengan tangan akan berbunyi seperti gendang .
      Jika ada, berarti perut kembung
      Saya tunggu infonya kembali ya, mbak atau bisa juga kirim pesan pribadi via facebook blog mas BW atau di Google+.
      Salam : Bambang Warsita

      Hapus
  4. Asmualaikum wr.wb...
    Maaf dok mau nanya sya sakit perut nyeri dan mual susah tidur,klo buang air besar slalu tidak ada kotoran tp malah ada kaya lendir gtu dok..penyebab nya apa ya dok tolong info x....
    Trima kasih sebelum nya maaf dok ganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Amini,
      Kalo kotorannya berupa lendir, kemungkinan ada masalah dengan saluran pencernaannya bisa akibat bakteri (seperti penyakit tifus, disentri, cholera, dsb) atau radang pada usus serta saluran pencernaan. Mohon maaf saya belum bisa memberikan saran hanya berdasarkan info saja sebelum mengetahui hasil diagnosa atau uji lab.
      Saran saya, sebaiknya segera ke dokter, puskesmas, klinik kesehatan, untuk diambil sample kotoran dan diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebanya.
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus

Dear Abang/Neng yang cakep dan baik hati.... Jika ingin meninggalkan komentar, jangan lupa mengisi ID-nya.... Btw, dengan segala kerendahan hati, kalo tidak keberatan tolong di share (berbagi) artikel yang ada di blog mas BW via facebook, twitter, google+, dsb, kepada keluarga, kerabat, sahabat, teman, dll siapa tau infonya bisa bermanfaat buat orang lain, hitung-hitung sebagai amal jariyah..Terima kasih, sudah berkunjung ke blog Mas BW... salam hangat : Bambang Warsita