19 Tips Mujarab, Paling Cepat dan Ampuh untuk Mengobati dan Mencegah Sakit Gigi

Gigi terletak pada rongga mulut, bentuk dan strukturnya bervariasi karena mempunyai tugas berbeda seperti memotong, mengoyak, serta mengunyah makanan. Gigi terdiri dari bagian : email (enamel) yang merupakan bagian paling luar dan merupakan lapisan paling keras, berfungsi sebagai pelindung gigi serta mencegah gigi berlubang. Tulang gigi (dentine) merupakan pelindung syaraf dan pembuluh darah pada gigi. Rongga gigi (pulp) bagian paling dalam, tempat dimana terdapat jaringan syaraf dan pembuluh darah. Akar gigi (root) merupakan bagian gigi yang tertanam pada tulang rahang dan direkatkan oleh semen gigi. Lapisan semen gigi (cementum), sebagai pelindung akar gigi yang menahan gigi pada gusi agar tetap melekat. Gusi, sebagai lokasi tumbuhnya gigi. Bagian gigi yang tampak diatas gusi inilah yang disebut mahkota gigi (corona).

Email merupakan struktur pelindung gigi. Jika email mengalami kerusakan, maka akan timbul rasa nyeri (sakit) pada gigi, apalagi ketika mengunyah makanan. Jika terjadi kerusakan email seperti lubang gigi, maka harus ditambal. Begitu juga bila dentine rusak, maka harus dilakukan perawatan. Lubang pada gigi bisa terjadi akibat reaksi bakteri terhadap sisa makanan seperti gula, coklat, susu, kopi, dsb. Bakteri mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam, sehingga di sekitar gigi menjadi asam (seharusnya lingkungan sekitar gigi adalah basa). Asam akan membuat lubang kecil pada email gigi. Jadi gigi berlubang bukan disebabkan oleh ulat, seperti anggapan orang pada zaman dahulu. Lubang kecil pada email ini menjadi celah masuknya sisa makanan dan bakteri yang akan membuat lubang semakin besar yang juga mengenai dentin, sehingga kita merasakan ngilu pada gigi saat mengunyah makanan. Bila dibiarkan, lubang gigi akan sampai pada rongga gigi tempat terdapatnya syaraf dan pembuluh darah. Saat itulah kita mulai merasakan sakit gigi dan sering membuat gusi bengkak (meradang). Bila tidak segera ditangani, maka akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa akar gigi. Gigi yang berlubang, selain terasa sakit juga dapat menyebabkan nafas tak sedap dan berbau busuk. Tidak cukup sampai disitu saja, bakteri akan masuk melalui pembuluh darah pada gigi dan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga bisa menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung, stroke, dsb.

Sakit gigi merupakan penyakit yang sangat umum terjadi, rasa sakitnya ada di sekitar gigi atau rahang sebagai akibat dari kondisi gigi seperti karies gigi (gigi berlubang), gingivitis berupa peradangan pada gusi (periodontal), plak gigi (karang gigi), akar gigi sensitive terhadap makanan panas, dingin, dan asam, sindrom gigi retak (gigi patah), dsb. Sakit gigi sering dialami oleh anak-anak, hal ini dikarenakan kebiasaan anak-anak seperti : minum susu dengan botol susu sebelum tidur, makan makanan yang manis dan asam misal gula-gula (permen), coklat, dsb.

Secara alami enzim-enzim pada air liur bisa membantu menetralkan sukrosa/gula dan asam yang melekat pada gigi dari sisa makanan, namun jika terlalu banyak volumenya dan terus menerus maka enzim yang terdapat pada air liur tidak mampu menetralisir keadaan tersebut. Anak yang sedang sakit gigi umumnya akan mengalami perubahaan tingkah laku misalnya tidak nafsu makan, murung, rewel, mudah menangis karena rasa sakit pada giginya, bahkan mengalami demam. Tingkat keparahan sakit gigi bisa ringan sampai kronis, tajam, serta rasa sakit yang sangat. Keadaan ini bisa sangat terasa saat mengunyah makanan, minum yang terlalu dingin atau terlalu panas. Nah, jika anak atau anda sedang mengalami sakit gigi, maka pertolongan pertama yang dapat anda lakukan akan saya beberkan dalam artikel 19 Tips Mujarab, Paling Cepat dan Ampuh untuk Mengobati dan Mencegah Sakit Gigi, sebagai berikut :
Mengobati sakit gigi :
  1. Jika anak mengalami sakit gigi disertai demam karena tumbuh gigi, berikan obat penurun demam untuk anak-anak. Untuk penanganan demam lebih lengkap bisa anda baca pada artikel disini
  2. Ketika anak sakit gigi, bila balita tidak mau makan karena rasa sakit maka  berikan asupan makanan seperti sup, krim atau bubur yang bisa langsung ditelan agar gizi balita tetap dapat terpenuhi dan juga membantu proses penyembuhan
  3. Bila terjadi infeksi sehingga gusi meradang (bengkak), berdarah serta terasa nyeri, minum antibiotik seperti amoxicillin (Amoxsan™ produksi PT. Sanbe, Kalmoxilin™ produksi PT. Kalbe), Clindamycin (Clindamycin™ produksi Indofarma, Probiotin™ produksi Tropica Mas Pharma, Climadan™ produksi PT. Kalbe) atau Limcomycin (Nolipo™ produksi PT. Sanbe) . Perhatikan dan patuhi petunjuk serta dosis penggunaan pada kemasan terutama untuk anak-anak.
  4. Untuk mengurangi rasa sakit pada gigi, minum obat yang mengandung asam Mefenamat 500 mg bentuk kapsul dan kaplet/tablet (contoh merk obat : Mefinal™ produksi PT. Sanbe, Ponstan™ produksi PT. Pfizer). Perhatikan dan patuhi petunjuk serta dosis penggunaan pada kemasan terutama untuk anak-anak.
  5. Bila sampai terjadi pembengkakan yang parah, maka bisa menggunakan Cataflam™ 50 mg (produksi Novartis), Nonflamin™ 50 mg (produksi Takeda), Eflagen™ 50 mg (Produksi PT. Sanbe) untuk mengatasi pembengkakan (inflamasi) tersebut. Perhatikan dan patuhi petunjuk serta dosis penggunaan pada kemasan terutama untuk anak-anak.
  6. Jika anda lebih menyukai pengobatan secara tradisional dan alami untuk mengurangi rasa sakit gigi (ingat, bukan memperbaiki gigi yang rusak / berlubang / keropos), maka beberapa ramuan berikut ini bisa anda pergunakan, antara lain :
    • Minyak cengkeh, teteskan minyak cengkeh pada kapas kemudian tempelkan pada gigi yang sakit. Teteskan juga pada segelas air hangat, pakai untuk berkumur-kumur
    • Kantong teh, ambil 1 buah teh celup (merk apa saja), celup dalam air panas, peras sedikit, kemudian tempelkan pada gigi atau gusi yang bengkak
    • Getah pohon jarak, teteskan getah jarak pada kapas kemudian tempelkan pada gigi yang sakit (berlubang)
    • Minyak kelapa, teteskan pada kapas, panaskan sebentar di atas api (kompor) sampai hangat, kemudian tempelkan pada gigi yang berlubang
    • Air Garam, larutkan beberapa sendok garam pada segelas air hangat, pakai untuk berkumur-kumur, terakhir bilas (berkumur) dengan air putih
    • Baking soda, larutkan sedikit baking soda ke dalam segelas air hangat, aduk, kemudian pakai berkumur-kumur untuk mengurangi rasa sakit pada gusi
    • Lemon/jeruk nipis, peras dan campurkan dengan segelas air hangat, pakai berkumur-kumur untuk mengurangi rasa sakit pada gigi
    • Daun sirih, remas beberapa lembar daun sirih, campurkan dengan air hangat, pakai untuk berkumur-kumur
    • Bawang putih/merah, ditumbuk halus, tambahkan garam, tempelkan pada gigi yang berlubang
  7. Jika terjadi kerusakan pada gigi maka segera ke dokter gigi, apalagi jika disertai dengan demam. Bisa jadi kemungkinan telah terjadi infeksi pada gigi atau gusi dan biasanya dokter akan memberikan penanganan yang tepat
  8. Gigi berlubang tidak dapat sembuh dengan sendirinya, rasa sakitnya dapat hilang tetapi tidak memperbaiki keadaan gigi dan gigi akan tetap berlubang, bahkan lubangnya akan terus semakin membesar. Agar tidak semakin bertambah parah, maka bila Anda memiliki gigi berlubang sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi untuk mengobatinya (gigi ditambal).
  9. Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal, berarti gigi harus dicabut Pada proses penambalan ataupun pencabutan gigi dilakukan, dokter gigi terlebih dahulu akan memberikan obat anestesi (bius local agar tidak terasa sakit), jadi anda tidak perlu takut akan merasakan sakit ketika proses penambalan atau pencabutan gigi, serahkan sepenuhnya kepada dokter gigi untuk menanganinya.
Mencegah sakit gigi :
  1. Bila anak sudah tumbuh gigi, ajarkan ia menggosok gigi. Jika anak belum dapat berkumur sendiri, maka gosok giginya dengan menggunakan sarung tangan atau sikat gigi yang berbentuk telunjuk. Sikat gigi model telunjuk untuk bayi ini bisa anda peroleh di toko perlengkapan bayi, swalayan, atau apotek.
  2. Ajarkan anak menyikat gigi bersama Anda, beri sikat gigi lucu yang ia senangi, berikut pasta gigi khusus anak-anak dengan rasa buah, dsb.
  3. Menggosok gigi secara teratur minimal 2 kali sehari, pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari menjelang tidur dengan sikat serta pasta gigi yang mengandung fluoride (gunakan pasta gigi hanya untuk anak balita diatas 2 tahun).
  4. Untuk memperkuat gigi dan mencegah gigi berlubang, jagalah kebersihan mulut dan gusi dengan menggosok gigi secara benar yakni menggosok gigi depan atas- bawah, samping kiri-kanan-atas-bawah, bagian dalam atas-bawah-belakang, gosok gigi dengan gerakan putaran kecil dan gerakan atas-bawah saat menyikat gigi, setelah itu, berkumur-kumur dengan air bersih beberapa kali
  5. Berkumur dengan obat kumur antiseptik mengandung iodine yang berguna untuk mencegah berkembang biak dan membunuh bakteri penyebab sakit gigi.
  6. Sehabis makan makanan atau minum yang manis termasuk minum susu, biasakan untuk membersihkan giginya dengan berkumur ataupun minum air putih,  agar tidak terjadi karies gigi. Air putih juga dapat menetralkan rasa manis, dan mencegah gigi berlubang.
  7. Bila hendak tidur, sebaiknya anak tidak diberikan susu, namun diganti dengan air putih yang dimasukan ke dalam botol susunya. Jika ingin memberikan susu, sebaiknya jauh sebelum waktu tidur tiba. Bila anak sudah terlanjur tidur sehabis minum susu, masukan air putih ke dalam botol susu dan berikan kepadanya.
  8. Kurangi pemberian makanan yang terlalu manis kepada anak, dan minta anak berkumur-kumur setelah makan
  9. Konsumsi makanan-minuman yang mengandung kalsium, vitamin C, seperti yogurt, susu, keju, minyak ikan, teh hijau, buah apel, jeruk, dsb atau bisa juga dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium. Vitamin C membantu mencegah penyakit pada gusi seperti sariawan. Untuk mengobati dan mencegah sariawan, selengkapnya bisa anda baca pada artikel disini.
  10. Memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali untuk mencegah munculnya masalah pada gigi, atau penyakit lain pada rongga mulut yang bisa menimbulkan bau mulut. Untuk mengatasi bau mulut atau nafas tak sedap (halitosis), selengkapnya bisa anda baca pada artikel disini

12 komentar:

  1. wow sangat lengkap bahasannya mas bambang. terimakasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Najla Alliya,
      Terima kasih yah sudah mampir ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  2. Mas BW..saya sakit gigi sudah dicabut 3 minggu yang lalu. tapi rasa gatal dan nyeri di kulit wajah telinga, hidung,mata dan kepala belum juga sirna sama sakitnya seperti belum dicabut. saya sudah minum amoxilin dan obat nyeri tapi tetap saja belum sembuh.Kiranya mas BW bisa membantu. dan kalau minum antibiotik berapa hari ?. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas,
      Untuk mengurangi rasa nyeri, sementara waktu bisa dengan minum obat yang mengandung asam Mefenamat, misal merk Ponstan, Mefinal, dll atau kalo sampai terjadi pembengkakan, bisa minum obat seperti catafalm, nonflamin, dsb.
      Saran saya jika dalam waktu 3 hari ke depan tidak kunjung sembuh/membaik, maka sebaiknya kembali diperiksakan ke dokter gigi, karena saya khawatir kemungkinan ketika dicabut ada bagian sekitar gusi yang mengalami peradangan atau infeksi.
      Demikian infonya semoga dapat membantu dan semoga lekas sembuh yah. Terima kasih sudah mampir ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  3. Kalau gigi dah gk krasa sakit tp masih ada bengka gimana..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Afriezal,
      Meskipun sudah tidak sakit, namun karena bengkaknya belum kempis berartii bagian gusi masih sedikit infeksi. Jika sebelumnya sudah minum antibiotik (amoxicillin, clindamycin, limcomycin) maka bisa dilanjutkan sesuai dosisnya sampai bengkaknya kempis.
      Cara lain adalah berkumur-kumur dengan salah satu bahan alami seperti jeruk nipis, garam, daun sirih yang dicampurkan pada segelas air hangat. Lakukan sampai bengkaknya benar-benar kempis.
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  4. Boleh gak ketika sakit gigi minum obat cataflam bersamaan dengan antibiotik aamoxicillin ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas,
      Catafalm berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri yang hebat akibat meradangnya gusi (bengkak). Sementara amoxicillin berfungsi sebagai anti bakteri yang menginfeksi bagian gusi yang bengkak.
      Jadi tidak masalah mas kalo dikombinasikan keduanya.
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  5. Sya kasih Jempol bwt mas BW. Atas klarifikasi'nya tentang penyakit gigi.
    Lanjut'kan mas BW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Ilham Saputra,
      Terima kasih ya sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  6. Mas berarti kandungan dari amoxsan dan kalmoxilin sama saja yaa? soalnya dr dokter saya menerima resep obat amoxsan namun tidak saya ambil, karena di rumah masih ada obat kalmoxilin.. apakah bermasalah??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Alia Kailola,
      Benar, hanya merk dan produsen (pabrik) obatnya saja yang berbeda namun sama-sama amoxicillin. Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah mampir ke blog mas BW...salam : Bambang Warsita

      Hapus

Dear Abang/Neng yang cakep dan baik hati.... Jika ingin meninggalkan komentar, jangan lupa mengisi ID-nya.... Btw, dengan segala kerendahan hati, kalo tidak keberatan tolong di share (berbagi) artikel yang ada di blog mas BW via facebook, twitter, google+, dsb, kepada keluarga, kerabat, sahabat, teman, dll siapa tau infonya bisa bermanfaat buat orang lain, hitung-hitung sebagai amal jariyah..Terima kasih, sudah berkunjung ke blog Mas BW... salam hangat : Bambang Warsita