13 Cara (Tips) Mantap, Paling Jitu dan Paling Mujarab untuk Menangani dan Mengobati Anak Obesitas (Childhood Obesity)

Mungkin sehari-hari anda sering mendengar istilah anak obesitas (childhood obesity) atau sehari-hari dikenal dengan istilah kegemukan pada anak. Banyak persepsi yang salah di masyarakat kita bahwa anak yang gemuk dan montok berarti sehat dan cukup gizi, padahal belum tentu. Bisa saja dengan kondisi tersebut sebenarnya, anak sedang mengalami obesitas. Pengertian obesitas adalah keadaan tubuh yang mengalami kelebihan lemak dan terakumulasi sehingga bisa mengakibatkan efek samping secara negative pada kesehatan (anak). Beberapa hal sebagai penyebab masalah anak obesitas, antara lain :
  1. Faktor genetik, anak yang memiliki riwayat orang tua atau keluarga mengalami kelebihan berat badan kemungkinan besar (meskipun tidak semua) beresiko mengalami obesitas.
  2. Kurangnya aktivitas fisik, karena anak menghabiskan waktu yang tidak aktif misalnya menonton televisi, bermain komputer, playstation atau game online (video game), dsb. Aktivitas ini ikut berperan dalam menaikan berat badan anak.  
  3. Pola makan yang tidak sehat, seperti sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food), mengandung karbohidrat tinggi, mengandung kalori tinggi, menghasilkan energi lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh, namun tidak terpakai dalam tubuh. Akibatnya, sebagian besar kalori akan tersimpan sebagai lemak tubuh. Apalagi sekarang ini makanan cepat saji (fast food) sering memberikan mainan dalam paket pembeliannya, sehingga memicu/memikat anak-anak untuk membeli makanan cepat saji tersebut termasuk makanan sampah (junk food) di sekolah seperti popcorn, burger, kentang goreng, dsb
  4. Banyak mengkonsumsi minuman ringan yang mengandung banyak gula (ekstra manis) dan kaya kalori
  5. Makan secara abnormal, yakni makan dalam jumlah sangat banyak atau makan di malam hari, bisa jadi sebagai pelampiasan emosional akibat stress dan kekecewaan.
  6. Kurang istirahat (tidur), selain bisa mempengaruhi prestasi anak di sekolah, juga bisa meningkatkan risiko anak obesitas
  7. Kombinasi dari beberapa faktor-faktor diatas 
Anak obesitas bisa mengalami dan menghadapi resiko, antara lain :

  1. Cenderung menjadi gemuk saat usia dewasa, bahkan bila kelebihan berat badan sebelum usia 8 tahun, maka saat dewasa kemungkinan anak akan mengalami obesitas yang lebih parah
  2. Penyakit jantung seperti gagal jantung, jantung koroner saat dewasa,
  3. Beresiko terhadap penyakit kanker (misalnya kanker prostat dan kanker usus besar),
  4. Kolesterol tinggi
  5. Tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke
  6. Diabetes Melitus tipe 2
  7. Asma,akibat penimbunan lemak berlebihan dibawah diafragma dan dinding dada, sehingga bisa menekan paru-paru, yang menimbulkan gangguan pernapasan serta sesak napas ( meski hanya melakukan aktivitas ringan ).
  8. Masalah tulang (osteoartritis) seperti nyeri punggung bawah
  9. Masalah tidur, seperti Obstructive Sleep Apnea yakni gangguan pernapasan saat tidur yang menyebabkan terhentinya pernapasan untuk sementara waktu (kegagalan untuk bernapas secara normal), sehingga menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Ciri-cirinya : sepanjang siang hari penderita sering merasa sangat mengantuk.
  10. Penyakit kulit seperti stretch mark, selulitis, ruam panas , infeksi jamur, jerawat, dsb
  11. Gelisah, depresi, dan rendah diri karena sering diolok-olok (dilecehkan) atau mendapat perlakuan diskriminatif
  12. Berkurangnya tingkat harapan hidup dan meningkatnya resiko kematian saat masa dewasa 
Untuk mengetahui seorang anak obesitas, anda bisa terlebih dahulu melakukan perhitungan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index / BMI). Khusus untuk perhitungan BMI anak, memang agak rumit dibandingkan perhitungan BMI orang dewasa, karena sangat tergantung pada jenis kelamin dan usia anak (biasa menggunakan indicator persentil). Seorang dikatakan anak obesitas (childhood obesity) jika memiliki BMI lebih besar dari 95%.

Untuk mengetahui apakah anak obesitas, anda bisa menggunakan alat bantu (calculator BMI) anak, salah satu sumbernya dari situs resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dimana ada 2 versi ukuran yakni English version (Pounds & Feet-Inches) dan Metric version (Kg & meter), atau anda bisa mengunjungi situs resmi tersebut melalui alamat berikut ini :
kemudian anda pilih file Excel nya (sesuaikan versi ukuran yang berlaku di negara anda), namun jika anda ingin dalam satuan standard metric (Kg & meter) agar mudah membacanya, anda bisa men-download file langsung melalui alamat resmi CDC dibawah ini :

Sumber file  : http://www.cdc.gov

Sementara pengukuran BMI untuk orang dewasa,  menggunakan rumus dan tabel WHO dibawah ini :
BMI = (berat badan) dibagi (tinggi x tinggi)

Artinya, pengukuran BMI dewasa diperoleh dengan membagi berat badan seseorang (dalam kilogram ) dengan kuadrat tinggi badan orang tersebut (dalam meter), kemudian lihat hasilnya berada pada range yang mana sesuai tabel dibawah ini :  
BMI
Klasifikasi
<18,5
Underweight (dibawah normal)
18,5 - 24,9
Berat badan normal
25,0 - 29,9
Kegemukan (kelebihan berat badan)
30,0 - 34,9
Obesitas tingkat I
35,0 - 39,9
Obesitas tingkat II
≥ 40,0
Obesitas tingkat III  
Sumber : Organisasi Kesehatan Dunia / World Health Organization (WHO)

Nah, bila dari hasil perhitungan BMI anak, ternyata anak anda mengalami obesitas, jangan anda buru-buru panic dan stress, karena saya akan memberikan 13 Cara Mantap, Paling Jitu dan Paling Mujarab untuk Menangani dan Mengobati Anak Obesitas (Childhood Obesity), sebagai berikut :

  1. Lakukan pengukuran berdasarkan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index / BMI) anak dengan menggunakan kalkulator BMI (untuk kita di Indonesia, download file excel-nya versi metric saja). Tujuannya, untuk mengetahui apakah anak mengalami obesitas atau tidak.
  2. Membuat program penurunan berat badan anak secara perlahan dan stabil karena penurunan berat badan yang drastis dalam waktu singkat bisa membahayakan kesehatan anak. Program tersebut harus dijalankan secara disiplin oleh anak sampai program tersebut tercapai (berhasil) menurunkan berat badan menjadi berat ideal. Jangan lupa anda berikan pujian jika anak anda berhasil menurunkan berat badannya.
  3. Mengurangi jumlah waktu anda beserta keluarga menonton televisi, bermain game, computer, dan mengganti kegiatan tersebut dengan aktivitas yang melibatkan fisik. Pilihlah aktivitas fisik yang paling disenangi oleh anak anda, mudah dilakukan sehingga ia bisa menikmati dan nyaman dalam melakukan kegiatan tersebut seperti berlari, melompat, bermain, senam, bermain bola, berjalan, jogging, bersepeda, berenang, dsb. Hal ini dimaksudkan untuk membakar lebih banyak lagi kalori dalam tubuhnya sehingga tidak terjadi penimbunan lemak tubuh.
  4. Ubah pola kebiasaan makan dan gaya hidup anak anda dengan memberikan porsi makanan yang tepat, sehat, dan hindari mengkonsumsi makanan padat kalori (kadar  lemak dan gula tinggi) seperti permen, cokelat, kue tart, minuman ringan (soft drink), makanan junk food/makanan tidak sehat (mie instan, snack, asinan, makanan kaleng, keju olahan, gorengan, fast food, daging olahan seperti nugget, sosis, es krim, bakso), makanan yang mengandung pengawet atau penyedap rasa (MSG) seperti kripik, krupuk, snack, pop corn, dll dan menggantinya dengan makanan sehat rendah kalori seperti oatmeal, kacang-kacangan (buncis, kacang panjang, kacang merah, pistachio, almond, walnut, kacang kapri, kacang polong, dll), tahu, tempe, tomat, yogurt, minum air putih (mineral water), dsb
  5. Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, kaya vitamin, mineral, dan protein seperti sayur-sayuran (seledri, selada, daun bawang,  wortel, mentimun, brokoli, bawang putih, asparagus, bayam, kol, dll), buah-buahan (semangka, apel, mangga, lemon, stroberi, jeruk, blueberry, dll), ikan salmon, ikan tuna, telur rebus, biji-bijian seperti gandum, dsb
  6. Memberikan makanan sehat, dengan porsi yang tepat dan waktu makan yang teratur 3x sehari (sarapan pagi, siang, dan makan malam). Untuk kebutuhan karbohidrat sebaiknya mengkonsumsi beras merah, kentang rebus, ubi jalar, sagu, gandum, jagung, dll.
  7. Jika anda ingin memberikan cemilan, berikan cemilan yang sehat seperti agar-agar, buah yang dipotong-potong, sayuran yang dikukus, puding buah, bubur kacang ijo, bubur beras merah, kue lemper buatan sendiri, kismis, dsb
  8. Pemberian ASI eksklusif juga akan memberikan nutrisi yang sehat kepada balita serta bisa mengurangi resiko obesitas pada anak. Bagaimana pun juga ASI lebih baik dibandingkan susu formula.
  9. Mengkonsumsi susu sebagai sumber nutrisi yang baik bagi anak dengan tetap memperhatikan takaran penyajian secara tepat (jangan berlebihan porsinya), misal segelas susu di pagi hari
  10. Hindari mengkonsumsi atau penyajian makanan dengan cara menggoreng untuk menghindari anak mengkonsumsi lemak secara berlebihan. Alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan cara memanggang (dengan oven), merebus, ataupun dikukus.
  11. Bila anak anda usia sekolah, berikan sarapan yang sehat agar anak memiliki energi yang cukup saat beraktivitas di sekolah. Selain itu pemberian sarapan dimaksudkan untuk menghindari anak membeli/jajan makanan yang bisa membahayakan kesehatan (junk food) yang bisa menyebabkan obesitas.
  12. Jangan anda memberikan obat-obatan penurun nafsu makan atau menghambat penyerapan lemak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena obat-obatan tersebut mempunyai efek  samping yang merugikan dan membahayakan anak
  13. Jika berbagai tips diatas sudah anda lakukan dan tidak menunjukan adanya perbaikan atau penurunan berat badan anak anda menjadi ideal, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk menentukan langkah penanganan anak obesitas secara tepat.
Catatan : 
Tips diatas juga cocok dan bisa diaplikasikan untuk orang dewasa, namun saat melakukan pengukuran BMI menggunakan rumus dan tabel BMI untuk orang dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dear Abang/Neng yang cakep dan baik hati.... Jika ingin meninggalkan komentar, jangan lupa mengisi ID-nya.... Btw, dengan segala kerendahan hati, kalo tidak keberatan tolong di share (berbagi) artikel yang ada di blog mas BW via facebook, twitter, google+, dsb, kepada keluarga, kerabat, sahabat, teman, dll siapa tau infonya bisa bermanfaat buat orang lain, hitung-hitung sebagai amal jariyah..Terima kasih, sudah berkunjung ke blog Mas BW... salam hangat : Bambang Warsita