25 komentar:

  1. Balasan
    1. Dear mas Amaruddin,
      Terima kasih yah, sudah mampir ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
    2. Dear mas Pepen Ependi,
      Terima kasih yah sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  2. Tksh ya.....sy sendiri sedang fokus di baby shop. Sekarang pengen expan ke kampung kampung bgm menurut mas bw?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Hamkarya,
      Sebelum memutuskan membuka usaha di suatu lokasi sebaiknya perlu dikaji dari berbagai aspek termasuk melihat potensi (market dan daya beli masyarakatnya). Untuk tahap awal dalam merintis ekspansi usaha ke kampung-kampung, sebaiknya dengan sistim canvasing (mobile) saja atau anda bisa bekerjasama dengan pemilik toko/warung ( misal toko kelontong atau warung barang harian, toko pakaian anak, dsb) yang sudah eksis di daerah (kampung) tsb dalam memasarkan produk baby shop anda. Tapi kalo memang potensinya sangat besar, maka anda bisa pertimbangkan untuk membuka sendiri usaha baby shop di daerah tersebut dengan menyewa toko atau kios. Demikian infonya semoga dapat membantu... Terima kasih yah sudah mampir ke blog mas BW.... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  3. Pak mau tanya, , kalau usaha apotek (di jalan alternatif (menghubungkan 2 jln besar ) yg mayoritas kanan kirinya perumahan amat mewah. Apakah itu bagus menurut pak bambang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Silvy Arundita,
      Mohon maaf mbak, mengingat informasinya terbatas dan saya tidak mengetahui kondisi lapangannya secara detail seperti apa jadi saya tidak bisa memastikan apakah lokasinya strategis atau tidak. Tapi petunjuk berikut ini mungkin bisa menjadi pedoman :
      1. Lakukan survey kecil-kecilan dan perhatikan kondisi jalan alternatif tersebut apakah ramai atau tidak lalu lalang orang
      2. Selain rumah mewah, apakah banyak terdapat rumah penduduk (bukan rumah mewah) ?
      3. Dalam radius 500 meter ada berapa banyak usaha sejenis (apotek) ?
      4. Bagaimana skala bisnis yang akan anda buka (kecil/menengah/besar) ?
      Bila dari hasil pengamatan (survey) memang banyak lalu lalang orang, padat penduduk, belum banyak usaha sejenis, atau meski banyak pesaing dan anda akan membuka apotek dengan skala menengah/besar dibanding pesaing, maka bisa jadi lokasi tersebut strategis dan sesuai untuk bisnis apotek yang akan dibuka. Namun bila kondisi sebaliknya, maka sebaiknya anda mencari lokasi lain yang lebih strategis. Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih yah sudah mampir ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  4. Malam mas..
    Kebetulan usaha saya dibidang makanan/camilan yang targetnya kalangan menengah ke bawah.Apakah cocok bila dibuka di jalan satu arah & mayoritas adalah penjual makanan pokok seperti nasi.Mohon pencerahannya.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Nanang Santoso,
      Mengingat usaha anda di bidang makanan camilan dan masih sejenis dengan mayoritas penjual makanan seperti nasi, menurut hemat saya tidak masalah. Karena toh tidak semua pengunjung yang datang ingin makan nasi, mungkin ada yang hanya sekedar ingin menikmati makanan yang ringan-ringan seperti camilan saja (soalnya nasi dianggap makanan berat, lho..hehehehe).
      Jadi peluang usaha anda tetap terbuka lebar. Kalo masalah lalu lintas memang sebaiknya dua arah, sehingga peluang untuk mendapatkan pengunjung lebih besar di banding lalu lintas satu arah. Namun demikian kalo sesuai info yang diberikan, sepertinya bukan merupakan masalah karena pengunjung sudah mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan pusat penjualan makanan (istilahnya pujasera).
      Demikian infonya semoga dapat membantu... Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  5. Sharing nya sgt bermanfaat sekali mas,saya punya usaha di bidang makanan,lagi cari lokasi untuk buka cabang baru,makin menambah wawasaan saya.makasih byk ya mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Adith,
      Semoga usaha makanannya bertambah sukses ya..
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  6. Mas ijin send ke email saya ya terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Deyllamana,
      Monggo mbak...
      Terima kasih ya sudah berkunjung ke blog mas BW...salam : Bambang Warsita

      Hapus
  7. Bagus sangat bermanfaat info nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Gunadi Intania,
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  8. dear mas bw, saya mau coba buka usaha makanan tapi belom dapet tempatnya bisa referensi tempat mungkin teman atau sodaranya ada yg menyewakan kios terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Istiqomah,
      Mohon maaf saya tidak memiliki referensi tempat/lokasi yang anda maksud. Di daerah atau kota mana lokasi yang anda maksud ?
      Untuk lebih mudahnya, coba anda survey lokasi yang banyak lalu lalang orang dan berpotensi, misalnya sekitar kampus, sekolah, pemukiman padat, pinggir jalan utama, pusat jajanan (makanan), dsb.
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah mampir ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  9. Dear pak bw, sy mw tanya jenis usaha atw bisnis apa yg cocok buat jalan satu arah, krn kebetulan di depan rumah itu sngt ramai klo lg pulang kantor, bahkan ribuan pengendara motor dan mobil pulang kerja setiap harinya, Makasih

    BalasHapus
  10. Dear pak bw, sy mw tanya jenis usaha apa yg cocok untuk jalan satu jalur yg umumnya dgunakan saat pulang kantor, pengguna nya bahkan sangat ramai pas lg pulang kantor dr siang sd malam hari, Makasih pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mas Barumbung Enal,
      Kalo ramai lalu lalang orang, banyak peluang bisnis yang bisa anda dapatkan seperti menjual makanan misal warung nasi, warung bakso, gorengan, dsb. Bisa juga usaha seperti penjualan ATK dan copy, penjualan parfum, buah-buahan, minuman ringan dan jus buah, dsb
      Kuncinya, anda lihat sekeliling anda kira-kira mana usaha yang berpeluang banyak mendatangkan pengunjung. Coba baca artikel saya lainnya mengenai peluang bisnis, mudah-mudahan anda mendapat inspirasi. Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  11. terimakasih buat tipsnya. insyaallah klo ada tambahan modal saya akan cari tempat sesuai tips mas BW. Oh iya mas, mau nanya, saya baru buka usaha di pinggir jalan. Saya menjajakan Ayam bakar khas tegal di daerah semarang. karena penjualan blm sesuai target saya ingin membuka delivery. maaf mas, boleh minta tips cara pemasarannya? klo bisa pemasaran dengan harga dibawah pasaran? hehe. Terimakasih mas BW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas,
      Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat atas pembukaan usaha ayam bakar nya, semoga sukses yah...
      Untuk membuka delivery, coba buat brosur dan sebarkan di tempat keramaian seperti sekolah, kampus, perkantoran, dsb. Brosur juga dapat dicetak pada kotak untuk pembeli yang bawa pulang. Selain cara tersebut, coba anda promosikan melalui group BBM, WA, Line, FB, dsb atau media iklan online, iklan surat kabar lokal (sekitar kota anda).
      Demikian infonya semoga dapat maembantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW... salam : Bambang Warsita

      Hapus
  12. Mas saya mau tanya , kalau seandainya saya mau buka cabang rumah makan tetapi tempatnya lumayan berdekatan . Itu apakah pengaruh satu sama lainnya ya ? Saya tinggal di surabaya . Dan saya jualan makanan nonhalal . Kira2 tempat yang cocok di mana ya ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak/mas,
      Bila anda sudah memiliki pelanggan yang tetap dan lumayan banyak, yang perlu anda pertimbangkan adalah untuk memperluas space yang ada. Alternatifnya misal menyewa rumah/ruko/dsb yang berada disamping kiri-kanan lokasi saat ini. Untuk membuka cabang baru, saya sarankan cari lokasi yang strategis dan memang komunitas sekitarnya biasa membeli dan mengkonsumsi makanan nonhalal. Usahakan lokasinya jangan berdekatan ya karena kalo berdekatan, sebenarnya hanya mengalihkan pelanggan ke cabang lain (karena malas antri) tanpa memberikan tambahan pelanggan baru. Padahal tujuan untama pembukaan cabang baru adalah mendapatkan pelanggan baru.
      Demikian infonya semoga dapat membantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog mas BW...salam : Bambang Warsita

      Hapus

Dear Abang/Neng yang cakep dan baik hati.... Jika ingin meninggalkan komentar, jangan lupa mengisi ID-nya.... Btw, dengan segala kerendahan hati, kalo tidak keberatan tolong di share (berbagi) artikel yang ada di blog mas BW via facebook, twitter, google+, dsb, kepada keluarga, kerabat, sahabat, teman, dll siapa tau infonya bisa bermanfaat buat orang lain, hitung-hitung sebagai amal jariyah..Terima kasih, sudah berkunjung ke blog Mas BW... salam hangat : Bambang Warsita